Bingung Cara Mengobati Kanker Serviks Dengan Benar? Ini Dia Cara Mudahnya

Jangan Takut, Sekarang Sudah Ada Cara Mengobati Kanker Serviks Dengan Benar Yang Bisa Kamu Lakukan

 cara-mengobati-kanker-serviks

Cara mengobati kanker serviks. Kanker serviks merupakan tumor ganas pada lapisan rahim yang sangat ditakuti oleh wanita. Karena menurut penelitian, kanker serviks merupakan penyebab nomer 1 kematian wanita di dunia.

Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita yang berusia 50-60 tahun. Kanker serviks bisa menyebar secara lokal maupun keberbagai bagian tubuh (misalnya tuba fallopi, ovarium, getah bening dan bagian tubuh lain).

Berdasarkan penelitian, penyakit kanker serviks ini belum bisa diketahui dengan pastinya. Tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatkan kadar estrogen dalam tubuh wanita. Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim.

Gejala yang sering dikeluhkan pada wanita yang mengidap kanker serviks biasanya berupa :

1. Perdarahan rahim yang abnormal, atau siklus menstruasi yang abnormal, diantara 2 siklus menstruasi

2. Mengalami perdarahan vagina atau spotting pada wanita pasca menopause

3. Perdarahan yang sangat lama,berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)

4. Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul

5. Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)\nyeri atau kesulitan dalam berkemih

6. Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Penyakit kanker serviks ini biasanya dibedakan menjadi 4 stadium atau keseriusan penyakitnya, seperti :

1. Penyakit kanker Stadium 1 : penyakit kanker serviks yang baru tumbuh dibadan rahimnya saja

2. Stadium 2 : kanker serviks yang sudah mulai menyebar keleher rahim

3. Penyakit kanker Stadium 3 : kanker serviks yang telah menyebar ke luar rahim. Tetapi masih didalam rongga panggul dan belum menyrang kandung kemih maupun rektum. Kelenjar getah bening mungkin sudah mengandung sel-sel kanker serviks.

4. Stadium 4 : kanker serviks yang telah menyebar ke kandung kemih atau rektum atau kanker telah menyebar ke luar rongga panggul.

Lalu Bagaimana Cara Mengobati Kanker Serviks Dengan Mudah dan Aman?

Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor, stadium, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor serta usia dan keadaan umum penderita. Beberapa metde pengobatan sebagai berikut

1. Pembedahan

Kebanyakan penderita akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium.

Jika ditemukan sel-sel kanker didalam kelenjar getah bening disekitar tumor, maka kelenjar getah bening juga diangkat. Namun jika sel kanker telah ditemukan dikelenjar getah bening maka kemungkinan besar kanker telah menybar kebagian tubuh lainnya.

Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan Rahim) maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.

2. Terapi penyinar (radiasi)

Digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi penyinar merupakan terapi lokal, hanya menyerang sel-sel kanker didaerah yang disinari saja.

Pada stadium 1, 2 atau 3 dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa).

3. Kemoterapi

Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker. Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan perubahan didalam jaringan rahim.

Sebelum dilakukan terapi hormon, penderita menjalani tes resptor hormon. Jika jaringan memiliki reseptor, maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap terapi hormonal.

Tetapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel diseluruhtubuh. Pada terapi hormonal biasanya digunakan pil progesteron. Biasanya terapi hormonal dilakukan pada penderita kanker yang tidak mungkin menjalani pembedahan atau terapi penyinaran.

Jika sel kanker sudah menyebar keseluruh tubuh dan tubuh tidak merespon hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain.

Nah ketiga cara diatas bisa membantu kamu untuk megobati penyakit kanker serviks yang mungkin sedang kamu alami yang mengalaminya. Namun, sebenarnya semua pengobatan ada efek sampingnya yang akan terjadi.

Pengobatan kanker bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan sehat, karena itu bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diharapkan. Efek samping tersebut tergantung berbagai faktor, diantaranya jenis dan luasnya pengobatan.

Setelah menjalani histerektomi biasanya penderita mengalami nyeri dan merasa sangat lelah. Kebanyakan penderita akan kembali menjalani aktivitasnya yang normal dalam waktu 4-8 minggu setelah pembedahan. Beberapa penderita juga mengalami mual dan muntah serta gangguan berkemih dan buang air besar.

Nah, tentu saja kamu tidak ingin terjadi bukan dalam hidupmu. Sudah sakit pengobatannya pun harus ada efek sampingnya. Oleh karena itu, jika kamu tidak ingin menggunakan pengobatan yang tidak ada efek sampingnya sama sekali kamu bisa menggunakan terapi herbal kanker serviks.

Terapi herbal kanker serviks ini sangat aman dan tidak ada efek samping apapun jika digunakan. Kami tahu, orang sakit tentu saja tidak mau direpotkan apalagi melakukan pengobatan yang ada efek samping yang berbahaya bagi kehidupannya.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai terapi herbal kanker serviks, kamu bisa hubungai mbak salma  : 0816607401/08112993401, pin BBM : 56e0321d. Mbak Nayla : 0816607402/08112993402.

Spread the word. Share this post!